Laman

Dedap Durhaka

0 komentar

LEGENDA DEDAP DURHAKA [BENGKALIS]

Cerita rakyat tetang Dedap Durhaka sering didogengkan oleh orang-orang tua dulu kepada anak dan cucu mereka, Cerita legenda ini terjadi di pulau Dedap, Sebuah Pulau kecil yang tak berpenghuni terletak di selat pulau Bengkalis, cerita yang mengisahkan tetang seorang anak yang durhaka terhadap orang tua. Menurut cerita disinilah bermula asal mula mitos mempelam manis dan asam.

Konon dahulu kala hidup keluarga yang sangat miskin, bergantung hidup dengan mencari kayu bakar, keluarga ini memiliki seorang anak yang bernama Tanggang. Singkat cerita sesudah dewasa Tanggang ingin pergi merantau, dengan berat hati ibunya melepas keperegian si Tanggang. Selepas kepergian si Tanggang sang ibu terus berdoa agar suatu saat nanti dapat di pertemu kembali dengan anaknya.

Setelah sekian lama merantau si Tanggang akhirnya berhasil menjadi orang yang sangat kaya, kemasyuran namanya tersebar kemana-mana. Pada suatu saat si Tanggang pergi belayar dengan kapal nya, berlayar kepulau-pulau hingga sampai lah ia kepulau kelahirannya, cerita kembalinya si Tanggang sampai ke telinga kedua orang tuanya, ibu dan ayah si tanggang sangat senang sekali setelah doanya didengar dan dapat bertemu kembali dengan sang anak. Tapi sungguh malang nasib orang tuanya saat menaiki kapal dan ingin bertemu dengan anaknya, bukan pelukan kasih sayang yang diterima, tetapi Tanggang malah memukuli dan tidak mengakui sang ibu adalah ibu kandungnya.

Rupanya Tanggang yang kaya sudah lupa diri, lupa kepada ibu yang melahir dan membesarkannya, dengan hati yang luka sang ibu turun dari kapal. Dengan rasa sakit hati didada akhirnya sang ibu mengeluarkan kata sumpah kepada si Tanggang "Kalau kau benar bukan anakku maka selamat lah engkau dan kalau kau benar anakku maka musibahlah yang menimpa mu". Setelah mengucapkan sumpah sang ibu dan ayah pergi meninggalkan kapal menuju kuala sungai.

Tiba-tiba cuaca yang cerah berubah menjadi gelap, angin bertiup kencang menimbulkan topan dan badai  sehingga menenggelamkan kapal si Tanggang. Karena rasa kasihan sang ibu kembali ingin menolong sang anak namun sang ayah yang sudah terlanjur sakit hati tidak mau mellihat anaknya yang sedang dilanda kutukan. Kapal si Tanggang tidak bisa ditolong kembali akhirnya kapal yang karam berubah menjadi pulau.

Konon setelah kedua orang tua si Tanggang meninggal tumbuhlah mempelam manis dan asam dipulau tersebut. Mempelam manis dan asam ini mengambarkan sikap dari kedua orang tua si Tanggang. Mempelam yang manis menggambarkan sifat dari ibu yang telah memaafkan anak nya sedangkan mempelam yang asam menggambarkan sifat ayahnya yang murka.

Menurut penuturan warga Dedap, cerita pulau Dedap masih dipercaya orang sampai saat ini terkait penghuninya, yang juga mahluk halus. Orang setempat menyebutnya dengan orang bunian. Konon orang bunian ini banyak tinggal di kampung ini. Orang bunian ini tak tampak, tapi desas desus yang terjadi, membuat cerita  tetang orang bunian ini sangat kuat "Waktu itu banyak orang kampung pergi berbelanja ke Malaysia dan Singapur, pergi membeli seng berkodi-kodi mereka bilang untuk pembangunan mesjid di pulau dedap", tapi kenyataannya tak ada bangunan mesjid besar yang didirikan di pulau dedap ini ujarr warga kampung lain.

Sejak zaman dahulu ketika kampung ini dibuka memang ada perjanjian warga dengan orang bunian. Dulu kampung ini dibuka memang ada perjanjian dengan orang bunian. Dulu kampung ini dibuka oleh tujuha orang pengikut kerajaan Siak. Karena pada zaman itu Rajanya zalim ketujuh orang tersebut pergi meninggalkan kerajaan dan tinggal dipulau Dedap. Ketujuh orang tersebut membawa keahlian masing-masing ada alim ulama, bomo dan lain-lain.

Suatu hari setelah sampai di pulau Dedap mereka pun membuat kampung. Saat membuka hutan terlihat lah oleh mereka batang pohon yang berduri halus berdaun lebar yang bnayak tumbuh dihutan tersebut. Pohon tersebut mereka beri nama pohon dedap maka dari itulah nama kampung tersebut di beri nama kampung dedap.



Download lagu Dedap Durhaka

UPTD Pendidikan